http://smpn38sbysekolahku.blogspot.com/p/sambutan-kepala-sekolah.html
SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH    
Assalamualaikum Wr. Wb . Dengan mengucapkan Bismillaahirrah maanirrahiim dan Puji Syukur kepada Allah SWT serta do’a restu pengunjung, Website SMPN 38 Surabaya hadir di hadapan Anda. Dengan kehadiran Website ini semoga bisa mengenal lebih jauh profil SMPN 38 Surabaya.
Harapan kami dengan adanya.....read more
______________________________________________________________________________________

SMPN 38 Siapkan Program Pembiasaan Tentang Sampah Sambut Surabaya Eco Schoo

SURABAYA – Dumenbursa (Dua menit Berburu Sampah), Tim Siluman dan Jumasi (Jumat Pagi Bersih) merupakan ketiga program pembiasaan lingkungan yang akan dipersiapkan SMPN 38 menghadapi bergulirnya Surabaya Eco School 2013 yang merupakan program lingkungan berkelanjutan. Fakta tersebut disampaikan oleh kader lingkungan sekolah yang berada di daerah Kalisosok dalam pembinaan lingkungan hidup pra Eco School di sekolahnya, Senin (29/07).

Menurut Kevin Febrinda, siswa kelas 9 kepada Tunas Hijau bahwa ketiga program pembiasaan memang sudah berjalan semenjak berakhirnya Eco School 2012. “Ketiga pembiasaan ini bertujuan untuk mengajak warga sekolah lebih peduli dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. diantaranya melalui kegiatan taman kelas kak,” ujar Kevin Febrinda.

Nuansa hijau yang disebabkan oleh banyaknya tanaman hias maupun toga yang ada di sekolah mampu membuat Tunas Hijau berdecak kagum. Menurut penuturan Mahmud, guru pembina lingkungan bahwa banyaknya jenis tanaman di sekolahnya dikarenakan fokus pengembangan program lingkungan mengarah pada pelestarian keanekaragaman hayati.

“Kami mengembangkan keanekaragaman hayati sebagai ciri khas dari SMPN 38. Tidak hanya menanam berbagai macam tumbuhan saja, kedepan kami akan mengembangkan sisi entrepreneur dari keanekaragaman hayati yang kami punya. Seperti misalkan membuat kripik dari tanaman sambung nyawa yang juga merupakan ikon lingkungan sekolah,” Jelas Mahmud.

Dalam kunjungan kali ini, Tunas Hijau mengajak sedikitnya 40 orang kader lingkungan untuk melakukan kegiatan lingkungan tentang potensi lingkungan mereka. Diantaranya adalah perawatan taman kelas maupun taman sekolah, pemilahan sampah dan pengecekan keranjang pengomposan milik sekolah.

Seperti yang disampaikan oleh Mochammad fandi, kader lingkungan kelas 8 ini bahwa pemilahan sampah di sekolah sudah dibagi menjadi 3 jenis yakni sampah kertas, sampah plastik dan sampah sisa makanan atau organik. “Meskipun begitu, faktanya masih ada beberapa siswa yang masih belum bisa membedakan jenis sampah yang dihasilkannya, seperti misalkan sampah plastik basah dimasukkan sampah basah,” ujar Mochammad Fandi.

Lebih lanjut, Tunas Hijau mengajak mereka langsung membenarkan beberapa blok tempat sampah yang salah isinya. Uniknya dalam pembinaan ini, Tunas Hijau tertarik pada satu kotak seperti kotak surat yang terletak didepan kelas. Menjawab rasa penasaran aktivis Tunas Hijau, Siti Hamidah, siswa kelas 8 ini menjelaskan bahwa kotak tersebut bernama kotak Eleng-Eleng (Ingat-Ingat).

“Kotak tersebut digunakan oleh Tim Siluman untuk menaruh nama-nama siswa warga SMPN 38 yang melanggar peraturan lingkungan seperti membuang sampah sembarangan, merusak tanaman untuk kemudian diserahkan kepada guru penanggung jawab lingkungan untuk ditindak lebih lanjut,” ucap Siti Hamidah kepada Anggriyan, aktivis Tunas Hijau.

Menyambut Surabaya Eco School 2013 yang bertemakan konservasi air, SMPN 38 Surabaya akan merancang beberapa program yang berkaitan dengan pelestarian air. “Kedepan kami akan membuat program lingkungan baru yang bertujuan untuk melestarikan air, seperti membuat lubang resapan biopori, membuat sumur bor, serta memanfaatkan air bekas wudu untuk menyiram tanaman.” Jelas Mahmud, salah satu guru SMPN 38 Surabaya. 

Cara jitu menghadapi unas


Tidak dipungkiri bahwa menjelang Ujian Nasional banyak di kalangan orang tua, guru, lebih khusus bagi siswa itu sendiri bertambah “stress”nya. Banyak cara agar peserta UN (siswa) itu lulus, seperti les di sekolah, di lembaga bimbingan, atau les privat. Itu semua berkaitan dengan persiapan materi.
Bagaimana tentang perilaku atau apa yang perlu dipersiapkan menjelang, saat, dan usai UN? Belum tentu banyak yang mengulas.

Berikut ini pengalaman selama memberikan tips kepada siswa menjelang, saat, dan usai hari UN :

A. MENJELANG UJIAN NASIONAL

Spoiler for 1
Quote:
1. Pastikan anda sudah betul-betul siap dengan semua materinya. Jika belum segera belajar kembali melatih soal-soal model UN, terutama soal UN tahun sebelumnya.

Spoiler for 2
Quote:
2. Usahakan jangan belajar sendiri, belajarlah berkelompok, terutama kepada temanmu yang lebih pinter, agar kamu bisa mendapatkan “lebih banyak dan lebih cepat” dan tentunya merasa lebih siap.

Spoiler for 3
Quote:
3. Kurangi bahkan kalo bisa tiadakan kegiatan lain yang tidak berhubungan dengan UN, dan konsentrasikan pikiran dan tenaga hanya pada ujian nasional.

Spoiler for 4
Quote:
4. Jaga kesehatan, tambahi gizimu, jangan banyak melakukan perbuatan dosa, karena itu bisa merusak dan menghilangkan hafalan dan pemahamanmu terhadap materi UN.

Spoiler for 5
Quote:
5. Perbanyak atau tambahi waktu dan frekuensi belajarmu terutama untuk mata pelajaran yang menurutmu masih banyak mengalami kesulitan.

Spoiler for 6
Quote:
6. Bagi sekolah/guru/panitia UN, kumpulkan seluruh siswa dan beri motivasi terakhir sebelum hari H agar mereka lebih bersemangat dan lebih percaya diri. Saat itulah kita berikan tips-tips tertentu berkaitan dengan apa yang perlu dan tidak perlu dilakukan oleh siswa.

Spoiler for 7
Quote:
7. Untuk siswa, jadwal belajar di rumah diusahakan dibalik dari jadwal paling terakhir UN, sehingga saat menjelang kurang beberapa hari H, anda tinggal belajar mapel yang di UN-kan hari pertama.
Misalkan urutan jadwal UN-nya adalah B.Indonesia, Matematika, B.Inggris, dan IPA, maka belajarmu harian justru dari IPA lalu B.Inggris, Matematika, baru 1 hari sebelum hari H kamu belajar B. Indonesia.
Belajar yang saya maksud pada nomor 7 ini adalah pendalaman, bukan mengawali lagi. Pendalaman yang bisa dilakukan adalah dengan mengerjakan latihan model-model soal UN tahun lalu. Jika ada kesulitan, catat dan jangan malu serta jangan malas bertanya, segera tanyakan kepada temenmu yang pinter atau gurumu, atau siapa saja yang kamu percaya.

B. MALAM HARI UN

Inilah hari-hari terjadinya peningkatan “stress” pada siswa, terutama mereka yang berkemampuan rendah, dia akan baru merasa bahwa selama ini banyak sekali kekurangan akibat kemalasannya dalam belajar. Bagi siswa yang berkemampuan lebih cepat/pinter, maka dia hanya mengalami stress ringan, tidak lebih berat dari siswa pemalas tadi.
Lalu apa yang mesti sebaiknya dilakukan siswa pada malam hari H ujian nasional?

Spoiler for 1
1. Persiapkan seluruh peralatan yang diperlukan atau akan dibawa besok paginya, seperti tas, buku, alat tulis, sepatu, kaos kaki, termasuk seragam yang akan dipakai, kartu peserta ujian, termasuk uang saku untuk perjalanan jika memang memerlukan. Pastikan pada malam hari itu semuanya sudah siap di tempatnya, sehingga usai mandi mau berangkat anda tidak perlu lagi stress memikirkan apa saja yang perlu dibawa.
Nampaknya ini hal kecil, namun ketika hal kecil itu terjadi saat kita tidak banyak waktu karena menghadapi sesuatu yang besar, maka bisa saja pikiran kita tidak lebih teliti, sehingga terkadang masih kita dapati siswa yang membawa peralatan. Kalau di tempatku sih khusus untuk kartu UN tidak boleh dibawa pulang, cukup disimpan oleh panitia UN di sekolah, dan pagi harinya tinggal ambil, serta usai UN hari itu juga diminta untuk mengembalikan lagi melalui ketua ruang ujian/teman mereka, agar tidak lupa.

Spoiler for 2
2. Lihatlah kembali materi atau rumus apa saja yang masih terlupakan, dan segera pahami, jangan menunggu-nunggu.

Spoiler for 3
3. Kurangi waktu belajarnya dan usahakan segera tidur (tidur awal atau tidur gasik), agar besok pagi bisa bangun lebih awal.

Spoiler for 4
4. Kalau anda bisa bangun lebih awal dan masih ada waktu, selepas subuh sebelum mandi pagi, bisa digunakan untuk memperdalam kembali apa-apa yang kurang.

Spoiler for 5
5. Usahakan pagi hari itu anda mandi keramas, karena itu bisa membuat badan dan pikiran kita menjadi lebih fresh alias segar.

Spoiler for 6
6. Ketika persiapan untuk berangkat, badan ini jangan disibukkan dengan berhias, sederhana atau seperlunya saja, agar pikiran kita masih fokus pada materi.

Spoiler for 7
7. Pastikan anda aman, lancar selama perjalanan ke sekolah dan jangan sampai datang ke sekolah pada waktu yang mepet, atau bahkan terlambat. Jika sampai terlambat bisa membuat pikiran kamu tambah tidak konsen, segera saja minta surat ijin masuk ke ruang panitia UN. Juga jangan banyak cakap, apalagi banyak tertawa, apalagi malahan tertawa sendiri

C. PAGI HARI KETIKA SUDAH SAMPAI DI SEKOLAH/TEMPAT UJIAN

1. Silakan membuka atau mengingat kembali catatan jika memang itu kamu perlukan.

2. Jangan banyak ngerumpi dengan temanmu, dan jangan banyak tertawa, apalagi malah banyak lari-lari ke sana kemari hanya untuk urusan yang tidak perlu. Sekali lagi fokuskan otak hanya pada materi ujian. Bicaralah seperlunya saja, agar hapalanmu tidak rusak atau bahkan menghilang.

3. Kuasai dirimu agar kepercayaan dirimu kuat, percayalah bahwa kamu bisa mengerjakan soal dengan benar.

D. SAAT BERADA DI RUANG UJIAN/SELAMA MENGERJAKAN SOAL UN

1. Pastikan semua peralatan yang perlu dibawa sudah siap (pensil 2B, bolpoint, karet penghapu, pemes, atau yang lainnya. Kalau ditempatku sih, semua peralatan sudah diletakkan di atas meja peserta 1 hari sebelumnya seperti pensil 2B dan semacamnya, sehingga siswa masuk tinggal membawa kartu peserta saja.

2. Isilah identitasmu dengan teliti, hati-hati, dan benar.

3. Kerjakan soal dari yang kamu anggap paling mudah. Kalau di tempatku sih anak-anak saya minta mengerjakannya dari soal materi kelas 9, baru kelas 7 dan kemudian kelas 8, mengapa? Karena materi yang baru saja di terima adalah materi kelas 9, kelas 7 agak mudah dan kelas 8 yang biasanya justru paling sulit.

4. Gunakan kertas orek-orekan dengan cara dilipat 2 bagian, usahakan orek-orekannya juga urut dari kiri atas, ke bawah sampai paling bawah, baru ke kanan atas lipatan. Ini hal kecil, namun jika siswa tidak dibiasakan begitu, tahu-tahu kertas orek-orekannya cepat habis, kenapa? Karena dia semaunya sendiri.

5. Usahakan ada selingan sejenak dan jangan kamu pantheng mata ini untuk melihat soal selama 2 jam full, caranya? Kalau kelasmu membujur ke timur dan pintunya di bagian selatan dan kamu menghadap ke timur, berarti jendela ruangannya kan di sebelah utara, gunakan waktu sejenak untuk merefresh otakita dengan cara “Tengok kiri, ambil nafas, dan kembali” Kembali mengerjakan maksudnya. Jangan tengok kiri, tengok kan, apalagi tengok kiri, ambil nafas, dan nggak kembali

6. Jangan takut bertanya kepada pengawas kalau memang itu kamu tidak paham.

7. Usahakan gunakan waktu sepenuhnya (2 jam itu) untuk mengulang kembali barangkali masih ada yang belum dikerjakan. Anggaplah jawaban pertamamu itu jawaban yang salah, sehingga kamu perlu sekali untuk mengulang kembali jawaban. Jangan mau diminta segera keluar oleh pengawas, mungkin pengawas yang demikian itu hanya mau “honornya” saja. Yakinkan jawaban terakhirmu itu benar.

8. Jika sudah selesai mengerjakan, tidak perlu kamu bahas kembali soal yang barusan kamu kerjakan, karena kalau salah, kamu bisa bt dan kecewa, yang akhirnya bisa menambah kekecewaanmu serta membuat kamu merasa bersalah terus untuk mata pelajaran hari berikutnya. Cukuplah anda bertawakkal, menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Alloh ta’aalaa, sebab meskipun itu kamu bahas kembali, kamu tidak mungkin bisa mengulang kesempatan itu, kecuali kalau untuk ulangan harian tidak mengapa.

9. Segera saja pulang untuk persiapan hari berikutnya.

10. Jangan lupa banyak istighfar dan berdo’a

Sumber

FORUM SPENTADELAS


BREAKING NEWS......HOT !!!!
uda pada tau belum ? sekarang SMPN 38 Surabaya udah punya forum sendiri lho..semoga dengan adanya FORUM SPENTADELAS ini kita bisa saling berbagi informasi dan tempat bersilaturahmi..

bagi teman-teman yang mamu mencoba silahkan masuk sini

PERUBAHAN DAN TATA CARA PPDB ONLINE 2014 - 2015


Untuk PPDB tahun pelajaran 2014/2015 ada beberapa perubahan yang perlu diperhatikan oleh orang tua/wali calon peserta didik, antara lain :
  1. Jalur Umum seleksi akademis menggunakan nilai Ujian Nasional (UN)
  2. Jalur Sekolah Kawasan seleksi dilakukan dengan pembobotan Nilai Ujian Nasional (UN) dengan bobot 40% dan Tes Potensi Akademis (TPA) dengan bobot 60 %.
  3. Calon Peserta Didik tamatan sekolah di Surabaya tetapi bukan warga Kota Surabaya (untuk selanjutnya disebut Rekomendasi Dalam Kota), diberi kesempatan untuk sekolah di Surabaya dengan pagu 1 % (satu prosen) dari total Pagu Kota Surabaya dan total pagu masing-masing sekolah.
  4. Calon Peserta Didik tamatan sekolah Luar Kota tetapi warga Kota Surabaya (untuk selanjutnya disebut Mutasi) tidak dikenakan pagu 1 % (satu prosen).

Kriteria Calon Peserta Didik Baru


Kriteria calon peserta didik baru dikategorikan sebagai berikut
  1. Calon Peserta Didik Kategori Dalam Kota merupakan :
    1. calon peserta didik yang berasal dari sekolah di Wilayah Kota Surabaya dan merupakan warga Surabaya yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).
    2. calon peserta didik yang berasal dari sekolah di Wilayah Kota Surabaya dan bukan warga Surabaya yang orang tuanya dipindahtugaskan karena perintah jabatan di Surabaya meliputi Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Pusat, Karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan dilampirkan Surat Keputusan Pindah Tugas atau dokumen lain yang sejenis, serta memiliki surat keterangan domisili di wilayah Kota Surabaya yang dikeluarkan oleh Kecamatan maksimal setelah 6 (enam) bulan penempatannya di Surabaya.
  2. Calon Peserta Didik Kategori Mutasi merupakan :
    1. calon peserta didik yang berasal dari sekolah di luar Wilayah Kota Surabaya dan merupakan warga Surabaya yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK).
    2. calon peserta didik yang berasal dari sekolah di luar Wilayah Kota Surabaya yang orang tuanya dipindahtugaskan karena perintah jabatan di Surabaya meliputi Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI), Anggota Kepolisian Republik Indonesia (POLRI), Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Pusat, Karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan dilampirkan Surat Keputusan Pindah Tugas atau dokumen lain yang sejenis, serta memiliki surat keterangan domisili di wilayah Kota Surabaya yang dikeluarkan oleh Kecamatan maksimal setelah 6 (enam) bulan penempatannya di Surabaya.
  3. Calon Peserta Didik Kategori Rekomendasi Dalam Kota merupakan calon peserta didik yang berasal dari sekolah di Wilayah Kota Surabaya tetapi bukan warga Surabaya. Pagu yang tersedia adalah 1% baik dari pagu kota maupun pagu sekolah.
  4. Calon Peserta Didik Kategori Luar Kota merupakan calon peserta didik yang berasal dari sekolah di luar Wilayah Kota Surabaya dan bukan warga Surabaya. Pagu yang tersedia adalah 1% baik dari pagu kota maupun pagu sekolah.
  5. Kartu Keluarga yang diakui sebagai dasar pendaftaran dan penerimaan calon peserta didik adalah Kartu Keluarga yang diterbitkan paling lambat 1 Januari 2012 apabila calon peserta didik tidak menjadi satu dengan orang tua kandung.
  6. Jika calon peserta didik menjadi satu dengan orang tua kandung dalam satu Kartu Keluarga Kota Surabaya maka tidak diberlakukan pembatasan tanggal penerbitan Kartu Keluarga sebagaimana ketentuan ayat 5.
  7. Calon Peserta Didik Kategori Khusus merupakan calon peserta didik sebagai berikut :
    1. calon Peserta Didik Prestasi Olah Raga;
    2. calon Peserta Didik Prestasi Akademis dan Non-Akademis
    3. calon Peserta Didik Inklusif;
    4. calon Peserta Didik Mitra Warga;
    5. calon Peserta Didik Baru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Satu Lokasi;
  8. Pagu Calon Peserta Didik Baru Mitra Warga, sebesar 5% dari pagu masing-masing sekolah.

Persyaratan Umum Calon Peserta Didik


  1. Persyaratan calon peserta didik kelas 1 (satu) SDN adalah :
    1. berusia 7 (tujuh) sampai dengan 12 (dua belas) tahun wajib diterima;
    2. berusia 6 (enam) tahun dapat diterima, apabila kelas masih belum terpenuhi, anak berusia 5 ½ (lima setengah) tahun dapat diterima dengan mendapatkan rekomendasi tertulis dari psikolog;
    3. tidak boleh diadakan tes yang bersifat akademis dan hanya berdasarkan kedekatan lokasi sekolah dan usia calon peserta didik ;
  2. Persyaratan calon peserta didik kelas VII SMPN adalah :
    1. berusia setinggi – tingginya 18 (delapan belas) tahun pada awal tahun pelajaran;
    2. telah tamat dan dinyatakan lulus SD/Program Paket A serta bagi :
      1. lulusan SD, harus memiliki Ijazah dan SKHUN; atau
      2. lulusan Program Paket A, harus memiliki Ijazah, STK/STL dan Danem/Danun Program Paket A setara SD.
  3. Persyaratan calon peserta didik kelas X SMAN adalah :
    1. berusia setinggi – setingginya 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran;
    2. telah tamat dan dinyatakan lulus SMP/Program Paket B serta bagi :
      1. lulusan SMP, harus memiliki Ijazah dan SKHUN; atau
      2. lulusan Program Paket B, harus memiliki Ijazah, STK/STL dan Danem/Danun Program Paket B setara SMP.
  4. Persyaratan calon peserta didik kelas X SMKN adalah :
    1. berusia setinggi – setingginya 21 (dua puluh satu) tahun pada awal tahun pelajaran;
    2. memenuhi syarat sesuai dengan ketentuan spesifik bidang/program keahlian di sekolah yang dituju;
    3. telah tamat dan dinyatakan lulus SMP/Program Paket B serta bagi :
      1. lulusan SMP, harus memiliki Ijazah dan SKHUN; atau
      2. lulusan Program Paket B, harus memiliki Ijazah, STK/STL dan Danem/Danun Program Paket B setara SMP.

UJI COBA PPDB ONLINE 2014




SURYA Online, SURABAYA - Dindik Surabaya melakukan simulasi dan ujicoba Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Surabaya tahun ajaran 2014/2015. Trial ini akan dilakukan Senin (7/4/2014) di mana para siswa bisa mencoba cara mendaftar PPDB secara online.

“Senin (7/4/2014), laman PPDB Surabaya sudah bisa diakses,” ujarnya

Ikhsan menerangkan jika pada tahun sebelumnya penyelenggaraan PPDB dimulai pukul 08.00 WIB dan ditutup pukul 16.00 WIB, pada PPDB yang akan diujicoba ini dimulai dan ditutup pukul 00.00 WIB.

“Kalau dulu batas waktu pukul 16.00 WIB terlalu cepat. Kami hindari para siswa kesusu dengan penambahan waktu. Tapi nanti kami evaluasi perbedaannya selama uji coba,” sambungnya.

Untuk bisa mencoba sesi trial PPDB, siswa hanya perlu mengisi nomor Ujian Nasional (Unas), tanggal lahir, dan nomor captcha yang tersedia di form.

Ikhsan menuturkan di hari-hari tertentu, Dindik akan menggelar trial bersama seluruh siswa. Tujuannya untuk mengetes server Dindik supaya mengetahui kemampuan bandwith ketika traffic sedang tinggi.

“Kalau kurang akan kami tambah agar tidak lemot,”

Bagi siswa yang ingin mencoba simulasi PPDB online 2014 silahkan klik link ini

VISI MISI SEKOLAH

- Copyright © SMPN 38 SURABAYA - gloed_ug25.902.977.5-618.000 - Powered by Blogger - Designed by E2R9R5RP4 -